Postingan

Menampilkan postingan dengan label Olah Rasa

𝐌𝐢𝐧𝐝𝐞𝐫? 𝐒𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢 𝐊𝐚𝐩𝐚𝐧?

Gambar
  Sumber Gambar: Unsplash Salah satu cara melihat orang minder adalah saat ditanyakan apa kelebihan dan kekurangannya. Bila dirimu lebih cepat menuliskan kekurangan daripada kelebihan, itu tandanya apaaaaaaaa? Jawab sendiri, ya. Hahahhahaah. Caleb Lareau, saat berbicara di acara Ted Talks, mengungkapkan kalau dia sering minder karena penampilan fisiknya. Setiap kali melihat tampilan dirinya yang terpantul di cermin timbul perasaan malu karena postur dan bentuk wajah. Satu waktu Caleb mendapatkan pasangan yang sangat cantik. Hal ini membuat kepercayaan dirinya mulai tumbuh. “Ternyata jelek-jelek begini, aku bisa kok punya pacar cantik.” Kira-kira begitulah pikirannya. Namun, kesenangan dan perasaan bahagia itu tak bertahan lama karena Caleb dan pacar cantiknya putus. Dia pun kembali merasa minder. Sering kali pendapat, dan validasi dari orang di sekitar membuat seseorang meragukan konsep dirinya. Di saat duduk di bangku menengah pertama, aku terbiasa dikata-katai dan diberi berb...

Mengapa Sulit Tobat dari Kebiasaan Lama?

Gambar
Sumber Gambar: Unsplash Seingatku sejak dulu aku selalu mengerjakan sesuatu dengan ketakutan dan kecemasan berlebih. Aku takut tak mampu. Aku takut tak bisa lebih baik. Aku takut hasilnya tak sesuai dengan harapanku. Ekspektasi ini menghadirkan ketakutan lain yang lebih besar. Aku takut berubah. Setiap kali aku menyadari perasaan ini, aku akan bertekad untuk tobat, tidak cemas, tidak meletakkan ekpektasi apapun dan akan mengerjakan tujuanku lagi dengan riang gembira. Puih! Bagaimana mengatasi kondisi ini? Padahal berubah ke arah yang lebih baik adalah keharusan. Aku membaca banyak literasi terkait ini. Hasilnya aku (pande-pandean) menduga kalau aku mengalami mental block. Aku sempat konsultasi masalah ini kepada salah satu trauma healerku. “Aku kok ngeyelan ya anaknya? Mau berubah tapi kok balik lagi dan balik lagi ke mode default?” Beliau tak membantah dugaanku. Hanya saja beliau mengatakan sebaiknya aku berhenti melabeli diri dan fokus kepada solusi serta mulai mengurai akar ke...

𝐈𝐧𝐠𝐢𝐧 𝐌𝐚𝐫𝐚𝐡 𝐓𝐞𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐌𝐚𝐥𝐚𝐬 𝐁𝐞𝐫𝐛𝐚𝐧𝐭𝐚𝐡. 𝐁𝐚𝐠𝐚𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐂𝐚𝐫𝐚 𝐌𝐚𝐫𝐚𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐁𝐚𝐢𝐤?

Gambar
  Sumber Gambar: Unsplash Setiap kali ingin marah, aku sering tak sadar meng-supresinya. Apakah karena aku sabar? Sebenarnya tidak. Aku memilih menekan rasa marahku karena enggan berbantah, berdebat dan menjelaskan penyebabnya. Biasanya aku memilih untuk melakukan silent treatment. Alias diam, menenangkan diri sampai amarahku selesai dan memilih tak membahasnya lagi. Aku hanya perlu menyingkir sebentar sampai amarahku usai dan kembali dengan senyum mengembang lebar. Tidak perlu ada teriakan, debat kusir dan penjelasan-penjelasan yang membosankan. Belum lagi harus menghadapi orang yang maunya menang sendiri. Tak usah pun jadi, pikirku. Akhirnya lagi-lagi aku memilih menyingkir dan tidak berniat menyelesaikannya. Apa yang kulakukan saat menenangkan diri? Biasanya aku latihan nafas, mencoret-coret kertas, tidur dan mandi. Setelahnya, bila pikiran marah itu belum juga usai aku akan meredamnya dengan menonton film, menonton youtube, belajar dan membaca. Sekilas hal di atas terdeng...

Belajar Melepaskan Kemelekatan

Gambar
 Sumber Gambar: Unsplash Bagaimana bila sesuatu yang sangat kita sayangi diminta oleh orang lain? Atau bagaimanakah bila seseorang yang kita sayangi berpaling atau diminta dari kita? Pastinya sulit untuk melepaskan ini. Apalagi menyangkut nyawa, benda kesayangan dan hal berharga lainnya. Mungkin dirimu pernah kehilangan sesuatu dan ada perasaan nyesek banget dan tak bisa berhenti memikirkan sesuatu atau seseorang tadi secara terus menerus. Bisa jadi hal ini terjadi karena dirimu melekat sekali dengan hal/orang/benda ini. Hal melekat ini tentu manusiawi. Siapa pulak yang tak nyesek dan ngamuk kalau uang yang sudah ditabung bertahun-tahun hilang? Siapa pulak yang tak stress kalau kendaraan yang baru diparkir rapi di depan supermarket raib digondol maling? Bah! Lalu bagaimana cara melepaskan atau setidaknya mengurangi rasa kemelekatan itu? Hal yang harus disadari adalah semua hal di dunia ini adalah sementara. Orang yang kita sayangi bisa menemui ajalnya kapan pun, benda-benda b...

Nanti lah, Nanti lah, eh Jadinya Bablas

Gambar
Sumber Gambar: Unsplash Hai, Penunda. Mari Sini Berkumpul! Siapa di sini yang suka menunda alias deadliners akut? Yak, turunkan tangannya. Siapa di sini yang sering memarahi diri sendiri, merasa bersalah, malu dan menyesal tiada akhir karena akhirnya lagi-lagi menunda pekerjaan? Bah! Sama orangnya dengan yang pertama tunjuk tangan di pertanyaan pertama, ya. Hahhahha. Sering sekali rasa cemas yang meliputi membuat aku kehilangan fokus dan niat untuk melanjutkan tugas yang harusnya kukerjakan. Maka bisa ditebak keputusan selanjutnya adalah aku akan menunda. Padahal kalau pikiran sedang jernih dan tenang, tugas yang kelihatan sulit bisa dan mampu dikerjakan dalam waktu singkat dan jauh dari tenggat deadline. Macam ada slogan di kepala ini yang bilang, “Pantang dikerjakan kalau deadline tidak mengintip dan bawa pentungan di depan mata.” Menurut psikiater dr. Jiemi Ardian, prokrastinasi adalah perilaku seseorang mengganti tugas yang prioritasnya tinggi dan penting dengan hal-hal yang ...